Wednesday, May 1, 2013

Skripsi BAB I tentang HUBUNGAN PERANAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI )



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Keluarga merupakan tempat buaian pertama anak melihat cahaya kehidupan, sehingga apapun yang dicurahkan dalam sebuah keluarga akan meninggalkan kesan yang mendalam terhadap watak, pikiran serta sikap dan perilaku anak. Sebab tujuan dalam membina kehidupan keluarga adalah agar dapat melahirkan generasi baru sebagai penerus perjuangan hidup orang tua kearah yang lebih baik. Untuk itulah orang tua mempunyai tanggung jawab dan kewajiban dalam pendidikan anak-anaknya. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam surat At-Tahrim ayat 6:
Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Setiap orang tua pasti mengingkan keberhasilan dalam pendidikan anak-anaknya. Keberhasilan tersebut tentunya tidak dapat terwujud tanpa adanya usaha dan peranan orang tua itu sendiri. Hal ini sesuai dengan sabda Rasullah SAW yang berbunyi:
Artinya : “setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan suci maka orang tuanyalah yang mempengaruhinya menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi” ( HR. Bukhari)
Hadis tersebut mengandung pengertian bahwa orang tua mempunyai peranan penting yang sangat penting terhadap pembentukan kepribadian anak sertamemberikan pengaruh yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikannya. Salah satu dari peranan orang tua terhadap keberhasilan pendidikan anaknya adalah dengan memberikan perhatian, terutama perhatian pada kegiatan belajar mereka di rumah.
Peranan orang tua memberikan perhatian terhadap anaknya memiliki pengaruh psikologis yang besar terhadap kegiatan belajar anak. Dengan adanya perhatian dari orang tua, anak akan lebih giat dan lebih bersemangat dalam belajar karena ia tahu bahwa bukan hanya dirinya saja yang berkeinginan untuk maju, akan tetapi orang tuanya pun demikian. Sebab baik buruknya prestasi yang dicapai anak akan memberikan pengaruh kepadanya dalam perkembangan pendidikan selanjutnya.
Totalitas sikap orang tua dalam memperhatikan segala aktivitas anak selama menjalani rutinitasnya sebagai pelajar sangat diperlukan agar si anak mudah dalam menerima transfer ilmu pendidikannya selama menjalani proses belajar, di samping itu juga agar ia dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal. Peranan orang tua dapat berupa pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan terhadap belajar, pemberian motivasi dan penghargaan, serta pemenuhan fasilitas belajar. Pemberian bimbingan dan nasihat menjadikan anak memiliki idealisme dalam berfikir, pemberian pengawasan terhadap belajarnya adalah untuk melatih anak memiliki kedisiplinan, pemberian motivasi dan penghargaan agar anak terdorong untuk belajar dan berprestasi, sedangkan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan dalam belajar adalah agar anak semakin teguh pendiriannya pada suatu idealisme yang ingin dicapai dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Pengertian hasil belajar menurut Hamalik (2001:159) bahwa hasil belajar menunjukkan kepada prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya derajat perubahan tingkah laku siswa.
Mata pelajaran Pendidika Agama Islam ( PAI ) bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan peserta didik yang diwujudkan dalam akhlaknya yang terpuji, melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, serta pengalaman peserta didik tentang aqidah dan akhlak islam, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dan berkualitas keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Yang Selanjutnya, karena pendidikan Pendidikan Agama Islam ( PAI ) (agama) perlu dikaitkan dengan pendidikan umum, maka dalam pengertianya pendidikan dapat diartikan sebagai proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku sesuai dengan kebutuhan.
Jadi, pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan ( seperti sekolah dan madrasah) yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap, dan sebagainya. Pendidikan dapat berlangsung secara informal dan nonformal di samping secara formal seperti di sekolah, madrasah, dan institusi-institusi lainya. Bahkan, menurut definisi di atas, pendidikan juga dapat berlangsung dengan cara mengajar diri sendiri ( self-instruction).
Belajar pada hakekatnya merupakan proses kognitif yang dapat dukungan dari fungsi ranah psikomotor, dalam hal ini meliputi: mendengar, melihat, dan mengucapkan. Adapun jenis dan manifestasi belajar yang dilakukan siswa, hampir dapat dipastikan selalu melibatkan fungsi ranah akalnya yang intensitas penggunaannya tentu berbeda dengan peristiwa lainya (Tafsir, Ahmad, 1998:39).
Berkaitan dengan pendidikan oleh orang tua, baik yang dilakukan di rumah maupun di luar rumah, misalnya : membiasakan shalat berjamaah, membangunkan anak dengan kasih sayang bila kesiangan, makan bersama keluarga, dan berdiskusi tentang hal-hal yang terjadi di rumah tangga, adalah sebagian cara dari menanamkan keyakinan bahwa keluarga merupakan hal yang sangat penting. Hal ini akan menjadikan anak merasakan kenyamanan dan kedamaian hatinya, yang kemudian akan melahirkan kepercayaan bahwa keluarga ( orang tua) akan selalu ada buat anak kapanpun anak membutuhkannya.
Proses pendidikan yang berjalan optimal adalah apabila kerja sama antara sekolah dan rumah tangga yang telah terjalin dengan baik, yang mana konsep-konsep pendidikan di sekolah dapat disampaikan dan diterima oleh orang tua siswa.
 Ada beberapa prinsip yang sebaiknya diperhatikan oleh orang tua dalam penanaman ke-imanan dan ahlak pada anak-anaknya dalam rumah tangga, yaitu : (1) Membina hubungan harmonis dan akrab antara suami dan istri ( ayah dan ibu anak), (2) membina hubungan harmonis dan akrab antaraa orang tua dengan anak, dan (3) mendidik (membiasakan, memberi contoh dan lain-lain tadi) yang sesuai dengan tuntunan islami.
Perlu disadari oleh setiap orang tua, bahwa setiap anak terutama pada periode pertumbuhannya, senang meniru orang tuanya. Biasanya laki-laki lebih meniru ayahnya dan perempuan meniru ibunya. Oleh karena itu kedua orang tua selalu menjadi obyek yang dibanggakan, serta menjadi figur idealnya. 
Berkaitan denga hal-hal yang telah dikemukakan di atas, penulis ingin mengkaji lebih mendalam mengenai peranan orang tua dalam pendidikan anak, oleh karena itu diajukan judul sebuah penelitian tentang : “HUBUNGAN PERANAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI ) DI SMP ISLAM YAYASAN AL-FALLAH KELAS VII TAHUN PELAJARAN 2012/2013”.
B.       Rumusan Masalah
Untuk memudahkan pengkajian dalam penelitian, penulis secara spesifik membahas mengenai peranan orang tua dalam proses pendidikan dan  hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ). Maka penulis menentukan rumusan masalah sebagi berikut:
1.         Bagaimanakah pernanan orang tua siswa dalam proses pendidikan di SMP Islam Yayasan Al-Fallah ?
2.         Bagaimanakah prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) di SMP Islam Yayasan Al-Fallah?
3.         Sejauh mana hubungan pernanan orang tua terhadap hasil belajar siswa di SMP Islam Yayasan Al-Fallah  ?  `
C.      Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dan manfaat dari penelitian ini sebagai berikut :
1.         Mengetahui pernanan orang tua siswa dalam proses pendidikan di SMP Islam Yayasan Al-Fallah  ?
2.         Mengetahui prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) di SMP Islam Yayasan Al-Fallah  ?
3.         Mengetahui adakah hubungan antara pernanan orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidika Agama Islam ( PAI ) di SMP Islam Yayasan Al-Fallah  ? 
D.      Kerangka Pemikiran
Soetjipto W, Slameto ( 1991:62-63), menyatakan bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama, karena keluarga yang sehat besar artinya untuk pendidikan dalam ukuran kecil, tetapi bersifat menentukan untuk pendidikan dalam ukuran besar, yaitu pendidikan bangsa, negara, dan dunia. Oleh karena itu sangat tegas bahwa keluarga dalam hal ini orang tua mempunyai peranan penting dalam pendidikan anak-anaknya dan cara orang tua mendidik anak-anaknya akan berpengaruh pada proses belajarnya.
Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut, prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran.      
            Prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidika Agama Islam ( PAI )adalah nilai yang didapat siswa berdasarkan pengetahuan, dan atau pengalamannya dalam mata pelajaran aqidah akhlak, yang ditunjukan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru selama siswa tersebut belajar disekolah.
Adapun maksud dari judul penelitian adalah adakah pengaruh peranan orang tua terhadap hasil belajar siswa pada SMP Islam Yayasan Al-Fallah  sebagai akibat dari perhatian orang tua siswa kepada anaknya dalam kehidupan keseharian lebih utama pada proses belajarnya.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis dapat mendalami varibel X yaitu Peranan (perhatian) orang tua siswa di SMP Islam Yayasan Al-Fallah  dan Varibel Y yaitu hasil belajar (prestasi) siswa SMP Islam Yayasan Al-Fallah . Hubungan kedua varibel diatas dapat digambarkan dalam skema berikut :
ANALISIS
 


Hasil (prestasi) belajar Siswa (Variabel Y)
Peran orang tua (perhatian dan keadaan) Siswa
1.      Pemahaman dan pendalaman materi PAI.
2.      Pengamalan akhlak islami dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Perolehan hasil ulangan pada mata pelajaran PAI yang rata-rata mencapai 70 yang merupakan wujud keberhasilan KBM.

(Variabel X)
1.      Hubungan Komunikasi antara orang tua dengan anak dalam kehidupan sehari-hari 
2.      Keadaan Ekonomi keluarga untuk menunjang fasilitas pendidikan anak
3.      Keutuhan keluarga (status perkawinan) orang tua siswa
4.      Latar belakang pendidikan orang tua siswa
RESPONDEN




Gambar. 1.1 hubungan variabel X dengan variabel Y



E.       Hipotesis
Untuk memperoleh jawaban sementara terhadap masalah yang akan diteliti, penulis perlu merumuskan Hipotesis penelitian. Hipotesis merupakan asumsi, perkiraan, atau dugaan sementara mengenai suatu permasalahan yang harus dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan data dan fakta atau informasi yang diperoleh dari hasil penelitian yang valid dan reliabel (Sedarmayanti, 2002 : 108). Kemudian menurut Marzuki hipotesa adalah dugaan yang mungkin benar, atau mungkin juga salah. Dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan diterima jika fakta-fakta membenarkannya. (Marzuki, 2001 : 38)
1.      Hipotesis Kerja (Ha)
Ada pengaruh yang signifikan antara Peranan orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidika Agama Islam ( PAI )di SMP Islam Yayasan Al-Fallah.
2.      Hipotesis Nihil (Ho)
Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Peranan orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidika Agama Islam ( PAI ) di SMP Islam Yayasan Al-Fallah .
F.       Metode Penelitian
Menurut suharsimi Arikunto (1990 : 134) metode atau teknik adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang banya dipergunakan dalam ilmu sosial diantaranya adalah angket (kuisioner), wawancara, pengamatan, daftar cocok dan tabel. (Muslimin, 2002 : 20)
1.      Jenis penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kuantitatif yang menggunakan studi deskriftif yaitu menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta serta hubungan yang fenomena yang diteliti.
2.      Waktu dan tempat penelitian
Dalam menentukan sebuah penelitian dengan tujuan memperoleh data yang lengkap dan akurat, maka di perlukan tempat dan waktu penelitian. Tempat penelitian adalah objek yang dijadikan pusat penelitian untuk menhasilkan data selengkap mungkin sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, selanjutnya data dianalisis berdasarkan perhitungan statistik. Sedangkan waktu penelitian adalah waktu yang digunakan ( dibutuhkan ) untuk melakukan riset terhadap objek yang menjadi pusat perhatian. Dalam hal ini,  penulis melakukan penelitian di SMP Islam Yayasan Al-Fallah, sedangkan waktu yang digunakan adalah selama 3 Bulan yaitu dari bulan maret sampai mei 2013.
3.      Metode penentuan subyek
a.       Populasi
Menurut Sutrisno Hadi (2000 : 102), populasi adalah sejumlah individu yang satu sifat sama, sedangkan menurut Suharmi Arikunto (2002 : 108), keseluruhan subyek penelitian.
Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa SMP Islam Yayasan Al-Fallah Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 41 siswa.
b.      Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto (1998 : 120) mengemukakan: bahwa bila subjek kurang dari 100 orang, lebih baik diambil semua menjadi sampel, sehingga penelitiannya menjadi penelitian populasi, namun jika jumlah subjek lebih dari 100 dapat diambil sampel antara 10-15%, 20-25%, atau lebih. Sampel yang penulis ambil adalah seluruh populasi yaitu sebanyak 41siswa karena jumlah populasi di bawah 100.
c.       Teknik Sampling
Teknik Sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang dijadikan sumber data sebenarnya dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif atau benar-benar mewakili populasi. (Nawawi, 1991 : 152). Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. (Sugitono, 2007 :82)
d.      Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulann data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
1)      Angket
Angket menurut Margono (2004 : 167) adalah suatu alat pengumpul informasi dengan cara menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk dijawab oleh responden untuk mendapat informasi tentang pendidikan agama dalam keluarga yang di peroleh siswa SMP Islam Yayasan Al-Fallah  tahun pelajaran 2012/2013.
2)      Dokumentasi
Studi dokumentasi yaitu pengumpulan data melalui penelaahan dokumen yang telah ada yang memuat sejumlah informasi yang dibutuhkan seperti sejarah, struktur organisasi, kurikulum, keadaan guru dan siswa, sarana dan prasarana, daftar nama siswa, serta prestasi belajar Pendidika Agama Islam ( PAI )siswa SMP Islam Yayasan Al-Fallah Tahun Pelajaran 2012/2013.
3)      Observasi
Observasi yaitu suatu teknik atau cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung ke lokasi penelitian untuk mendapat informasi tentanng keadaan SMP Islam Yayasan Al-Fallah  seperti letak geografis, serta sarana dan prasarana.
4)      Wawancara
Wawancara yaitu suatu teknik atau cara pengumpulan data yang dilakukan dengan jalan berkomunikasi langsung antara peneliti dengan responden untuk memperoleh informasi tentang keadaan wali siswa dan prestasi belajar Pendidika Agama Islam ( PAI ) siswa.
e.       Analisis Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis data statistik yang digunakan untuk menguji hubungan variabel yaitu varibel X (prestasi belajar siswa) dan Variabel Y (pembentukan perilaku Y) berupa korelasi Product Moment. Teknik korelasi ini digunakan mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel. (Sugiyono, 2007 : 243). Adapun rumus product moment adalah sebagai berikut :
Keterangan :
rxy           =  angka indeks korelasi “r” product moment
N            = jumlah responden
X            = variabel dari prestasi belajar siswa
Y            = variabel dari perilaku siswa
∑X         = jumlah seluruh skor X
∑Y         = jumlah seluruh skor Y. (Sudijono, 1996 : 193)
Agar dapat menentukan tingkat hubungan antar variabel-variabel ini, maka digunakan juga koefisien relasi, yaitu suatu alat statistik yang dapat digunakan untuk menbandingan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda (Arikunto, 1992 :213)
Untuk menentukan tingkat angka koefesien korelasi dengan menggunakan konversi sebagai berikut :
-          Antara 0,00 – 0,20              : korelasi lemah / sangat rendah
-          Antara 0,21 - 0,40               : Korelasi rendah
-          Antara 0,41 – 0,70              : korelasi sedang / cukup
-          Antara 0,71- 0,90                : korelasi tinggi / kuat
-          Antara 0,91 – 1,00              : korelasi sangat tinggi / kuat
G.      Kerangka Penulisan
Kerangka penulisan dalam penelitian ini terdiri dari lima bab, yaitu :
BAB I             : Pendahuluan
Latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka pemikiran, hipotesis, metode penelitian, sistematika penulisan.
BAB II                        : Landasan Teori
Pengertian konsep keluarga dan evaluasi hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ).
BAB III          : Metode Penelitian
Jenis penelitian, lokasi penelitian, waktu penelitian, teknik analisis data.
BAB IV          : Hasil Penelitian dan pembahasan
Gambaran Umum SMP Islam Yayasan Al-Fallah, analisis, dan pembahasan
BAB V            : Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dan saran



DAFTAR PUSTAKA
1.        Sulaiman Rasjid,( 1973 ). Fiqh Islam ( Hukum Fiqh Lengkap ). Jakarta : At-Tahiriyah
2.        Syamsu yusuf LN, ( 2001 ). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung : Remaja Rosda Karya.
3.        Suryana, Yaya & Tedi Priatna. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Azkia Pustaka Utama : Bandung
4.        Fauzi, Ahmad. 1999. Psikologi Umum. CV Pustaka Setia : Bandung
5.        Purwanto, M.N. 1991. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Rosda Bandung
6.        Arikunto Suharsimi (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.  Jakarta Rienka Cipta.
7.        Haidar Putra Daulay ( 1955 ). Pendidikan Islam. Bandung : Remaja Rosda Karya
8.        Syaiful Bahri Dj ( 2002 ). Psikologi Belajar.  Jakarta : Reineka Cipta.
9.        Safari Imam A. ( 1983 ). Metodologi Penelitian. Jakarta : Rajawali.
10.    Hadari Nawawi ( 1995 ). Pengantar Metodologi Penelitian. Jakarta : Gramedia.
11.    Depag RI ( 1993 ). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung : CV. Gema Risallah Press.
12.    Uzer Usman ( 1995 ). Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.
13.    Depdikbud, ( 1999 ). Panduan Manajemen Sekolah. Jakarta : Dirjen Dikdasmen.




1 comments so far


EmoticonEmoticon